Table Of Content
Infografis 10 profesi paling dibutuhkan 2025 yang wajib Anda ketahui untuk persiapan karir.

Terungkap! Ini 10 Profesi Paling Dibutuhkan 2025 Menurut World Economic Forum, Skill Anda Termasuk?

oleh | Okt 22, 2025 | Karir dan Profesi | 0 Komentar

Dunia kerja yang kita kenal sedang mengalami transformasi fundamental dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perubahan ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang harus dihadapi oleh setiap profesional, mahasiswa, dan bahkan pelajar yang sedang merencanakan masa depan. Laporan “Future of Jobs Report 2025” dari World Economic Forum (WEF) secara gamblang memaparkan bahwa pada tahun 2030, sekitar 39% dari keahlian inti seorang pekerja akan terdisrupsi atau menjadi usang.1 Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa berdiam diri bukanlah pilihan. Untuk tetap relevan dan sukses, kita harus proaktif memahami tren yang ada dan mengidentifikasi profesi paling dibutuhkan 2025 serta skill yang menyertainya.

Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif Anda, mengupas tuntas 10 profesi paling prospektif berdasarkan riset mendalam dari WEF. Kita tidak hanya akan melihat daftar pekerjaan, tetapi juga menyelami kekuatan besar yang mendorong perubahan ini, skill wajib yang harus dikuasai, dan bagaimana tren global ini relevan dengan kondisi unik di pasar kerja Indonesia.

Dunia Kerja Berubah Cepat: Inilah Kekuatan Pendorong di Balik Tren Profesi 2025

Untuk memahami mengapa profesi-profesi tertentu meroket sementara yang lain meredup, kita perlu melihat gambaran besarnya. WEF mengidentifikasi beberapa kekuatan makro yang secara kolektif membentuk ulang lanskap pekerjaan global.1 Kekuatan-kekuatan ini tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan saling terkait dan memperkuat satu sama lain, menciptakan gelombang perubahan yang kompleks.

  • Revolusi Teknologi: Ini adalah pendorong utama. Perluasan akses digital secara global menjadi tren paling transformatif, memungkinkan adopsi teknologi canggih secara massal.1 Kecerdasan Buatan (AI) dan pemrosesan informasi diperkirakan akan mengubah model bisnis 86% perusahaan pada tahun 2030, sementara robotika dan otomatisasi akan berdampak pada 58% perusahaan.1 AI tidak lagi hanya alat bantu, tetapi telah menjadi mitra kerja yang mampu mengeksekusi tugas, belajar, dan bahkan membuat keputusan.5
  • Transisi Hijau (Green Transition): Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah menjadi pendorong ekonomi yang masif. Upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mendorong lahirnya permintaan besar untuk pekerjaan di sektor energi terbarukan, desain berkelanjutan, dan rekayasa lingkungan.1 Investasi global dalam dekarbonisasi menciptakan jalur karier baru yang stabil dan sulit untuk dialihdayakan (off-shore).8
  • Fragmentasi Geoekonomi & Ketidakpastian Ekonomi: Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, dan inflasi memaksa sepertiga perusahaan untuk merombak model bisnis mereka.1 Kondisi ini menciptakan ketidakpastian, namun juga membuka peluang bagi peran-peran yang berfokus pada manajemen risiko, keamanan siber, dan strategi bisnis yang adaptif.9
  • Pergeseran Demografi: Dunia menghadapi dua realitas demografis yang kontras. Negara-negara maju mengalami penuaan populasi, yang memicu lonjakan permintaan di sektor kesehatan dan perawatan (care economy).1 Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia menikmati bonus demografi dengan populasi usia produktif yang besar, mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan permintaan talenta teknologi.11
  • Peningkatan Biaya Hidup: Tekanan ekonomi akibat meningkatnya biaya hidup menjadi salah satu tren paling transformatif yang dirasakan oleh separuh perusahaan di dunia.1 Hal ini mendorong perusahaan untuk mencari efisiensi melalui otomatisasi dan transformasi digital, yang secara langsung memengaruhi jenis pekerjaan yang dibutuhkan.

Memahami bahwa profesi masa depan lahir dari persimpangan antara kemajuan teknologi, tuntutan keberlanjutan, tekanan ekonomi, dan perubahan sosial adalah kunci pertama untuk menavigasi karier Anda dengan cerdas.

Daftar 10 Profesi Paling Dibutuhkan 2025 yang Wajib Anda Ketahui

Berdasarkan analisis mendalam terhadap berbagai kekuatan pendorong tersebut, World Economic Forum telah mengidentifikasi sekelompok profesi yang menunjukkan pertumbuhan permintaan paling signifikan. Profesi-profesi ini berada di garis depan inovasi, data, dan transformasi digital.

Untuk memberikan gambaran cepat, berikut adalah ringkasan dari 10 profesi teratas yang akan kita bahas secara mendetail, beserta fokus utama dan skill kunci yang dibutuhkan.

PeringkatProfesiFokus UtamaSkill Kunci yang Dibutuhkan
1Analis & Ilmuwan DataMenerjemahkan data menjadi insight bisnis strategis.Analisis Statistik, SQL, Python/R, Visualisasi Data (Tableau/Power BI).
2Spesialis AI & Machine LearningMengembangkan algoritma dan sistem cerdas.Machine Learning, Deep Learning, NLP, TensorFlow/PyTorch.
3Spesialis Big DataMengelola dan memproses data dalam volume masif.Hadoop, Spark, Arsitektur Data, Data Warehousing.
4Spesialis Pemasaran & Strategi DigitalMendorong pertumbuhan bisnis melalui kanal digital.SEO, SEM, Content Marketing, Analisis Data Pemasaran.
5Analis Keamanan InformasiMelindungi aset digital dan data dari ancaman siber.Keamanan Jaringan, Ethical Hacking, Manajemen Risiko, Kriptografi.
6Pengembang Perangkat Lunak & AplikasiMenciptakan solusi software untuk berbagai platform.Full-Stack Development, Mobile Development (iOS/Android), Cloud Computing.
7Spesialis Transformasi DigitalMemandu perusahaan dalam adopsi teknologi baru.Manajemen Proyek, Change Management, Cloud Infrastructure, Business Process Analysis.
8Profesional Pengembangan BisnisMengidentifikasi peluang dan mendorong pertumbuhan bisnis.Negosiasi, Manajemen Hubungan, Analisis Pasar, Perencanaan Strategis.
9Spesialis Otomasi ProsesMeningkatkan efisiensi operasional dengan otomatisasi.RPA (Robotic Process Automation), Business Process Management (BPM), Scripting.
10Spesialis Internet of Things (IoT)Merancang dan mengelola ekosistem perangkat terhubung.Sensor Technology, Jaringan Nirkabel, Embedded Systems, Keamanan IoT.

Mari kita bedah satu per satu peran, tanggung jawab, dan mengapa setiap profesi ini menjadi begitu vital di era mendatang.12

1. Analis & Ilmuwan Data (Data Analyst & Scientist)

Di era di mana setiap interaksi digital menghasilkan data, profesi ini memegang peran sentral. Mereka adalah “penerjemah” yang mengubah tumpukan data mentah menjadi wawasan strategis yang dapat ditindaklanjuti oleh perusahaan.15 Peran ini secara umum terbagi dua: Data Analyst berfokus pada analisis data yang ada untuk menjawab pertanyaan bisnis, sementara Data Scientist lebih fokus pada pengembangan model statistik dan algoritma baru untuk memprediksi tren masa depan.12

Tugas mereka meliputi pengumpulan data, pembersihan data (data cleaning), analisis statistik, hingga pembuatan visualisasi data yang mudah dipahami.14 Dengan proyeksi pertumbuhan pekerjaan mencapai 36% antara 2023-2033 untuk Data Scientist, ini adalah salah satu jalur karier paling menjanjikan.17 Di Indonesia, rentang gaji untuk posisi ini sangat bervariasi, mulai dari Rp 6 juta per bulan untuk level junior hingga bisa melampaui Rp 25 juta untuk level senior di perusahaan teknologi terkemuka.18

2. Spesialis AI & Machine Learning (AI & Machine Learning Specialist)

Jika data adalah minyak, maka AI dan machine learning (ML) adalah mesin jet yang memanfaatkannya. Spesialis AI & ML adalah arsitek di balik sistem cerdas yang kita temui sehari-hari, mulai dari rekomendasi produk di e-commerce hingga mobil otonom. Mereka merancang, membangun, dan menerapkan model algoritma yang memungkinkan mesin untuk belajar dari data dan melakukan tugas-tugas kompleks tanpa instruksi eksplisit.12

Tanggung jawab mereka mencakup pengembangan algoritma machine learning, neural networks, pemrosesan bahasa alami (NLP), dan visi komputer (computer vision).21 Mengingat 86% perusahaan global berencana mengadopsi AI secara signifikan, permintaan untuk talenta di bidang ini meroket, menjadikannya salah satu profesi dengan pertumbuhan tercepat.4

3. Spesialis Big Data (Big Data Specialist)

Berbeda dengan ilmuwan data yang menganalisis, Spesialis Big Data adalah insinyur yang membangun “jalan tol” dan “waduk” untuk data. Mereka bertanggung jawab merancang, membangun, dan memelihara arsitektur sistem yang mampu menangani dan memproses data dalam volume, kecepatan, dan variasi yang sangat besar (big data).13

Mereka bekerja dengan teknologi seperti Apache Hadoop dan Spark untuk memastikan data dapat diakses, disimpan, dan diproses secara efisien oleh tim data science.16 Tanpa keahlian mereka, inisiatif data-driven di perusahaan besar tidak akan mungkin berjalan. Mereka adalah fondasi dari setiap organisasi yang ingin memanfaatkan kekuatan data.

4. Spesialis Pemasaran & Strategi Digital (Digital Marketing & Strategy Specialist)

Pemasaran modern tidak lagi hanya tentang iklan kreatif, tetapi tentang presisi yang didorong oleh data. Spesialis Pemasaran Digital merancang dan mengeksekusi strategi untuk menjangkau audiens yang tepat di platform digital yang tepat, dengan pesan yang tepat, dan pada waktu yang tepat.13

Keahlian mereka mencakup spektrum yang luas, mulai dari Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), pemasaran konten, media sosial, hingga analisis data untuk mengukur efektivitas kampanye dan ROI.16 Relevansi profesi ini di Indonesia sangat tinggi, terbukti dari data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menempatkan “Sales dan Marketing” sebagai posisi dengan lowongan terbanyak pada 2025.24 Namun, yang membedakan talenta masa depan adalah kemampuan mereka untuk mengintegrasikan skill pemasaran tradisional dengan analisis data dan teknologi digital.

5. Analis Keamanan Informasi (Information Security Analyst)

Seiring dengan meningkatnya aset digital perusahaan, risiko ancaman siber juga meningkat secara eksponensial. Analis Keamanan Informasi adalah garda terdepan yang melindungi data, jaringan, dan sistem perusahaan dari akses tidak sah, peretasan, dan serangan siber lainnya.12

Keseharian mereka melibatkan pemantauan jaringan secara proaktif, melakukan pengujian kerentanan (vulnerability assessment), mengembangkan kebijakan keamanan, dan yang terpenting, merespons dengan cepat jika terjadi insiden keamanan.25 Dengan proyeksi pertumbuhan pekerjaan sebesar 33% dalam dekade mendatang, profesi ini menjadi sangat krusial dan tidak dapat dinegosiasikan bagi bisnis manapun di era digital.17

6. Pengembang Perangkat Lunak & Aplikasi (Software & Application Developer)

Permintaan untuk profesi ini tetap kokoh dan terus bertumbuh karena pada dasarnya, setiap perusahaan kini adalah perusahaan teknologi. Mereka membutuhkan perangkat lunak untuk menjalankan operasi, melayani pelanggan, dan berinovasi.8

Tugas mereka adalah merancang, membuat kode (coding), dan memelihara berbagai solusi perangkat lunak, mulai dari aplikasi seluler (iOS/Android), platform web, hingga sistem enterprise berbasis cloud.13 Kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan bahasa pemrograman, framework, dan teknologi baru adalah kunci utama untuk sukses dalam karier yang dinamis ini.

7. Spesialis Transformasi Digital (Digital Transformation Specialist)

Profesi ini lebih dari sekadar peran teknis; ini adalah peran strategis. Spesialis Transformasi Digital bertindak sebagai jembatan antara pimpinan bisnis dan tim teknologi. Mereka membantu organisasi untuk mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam seluruh aspek operasional untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan menciptakan model bisnis baru.12

Mereka harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi (seperti cloud computing dan AI) sekaligus keahlian dalam manajemen perubahan (change management) dan analisis proses bisnis. Mereka adalah agen perubahan yang memastikan investasi teknologi perusahaan memberikan nilai bisnis yang nyata.

8. Profesional Pengembangan Bisnis (Business Development Professional)

Mungkin terlihat sebagai peran tradisional, namun masuknya profesi ini ke dalam daftar WEF menandakan evolusi penting. Di tengah pasar yang bergejolak dan penuh disrupsi, perusahaan sangat membutuhkan individu yang mampu mengidentifikasi peluang pertumbuhan jangka panjang, membangun kemitraan strategis, dan menavigasi dinamika pasar yang kompleks.12

Profesional Pengembangan Bisnis modern haruslah melek data dan teknologi. Mereka menggunakan analisis pasar untuk mengidentifikasi ceruk baru, memanfaatkan platform CRM untuk mengelola hubungan, dan memiliki pemahaman strategis untuk mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.16

9. Spesialis Otomasi Proses (Process Automation Specialist)

Efisiensi adalah mantra bagi bisnis modern. Spesialis Otomasi Proses adalah ahli dalam meningkatkan efisiensi tersebut. Mereka menggunakan teknologi seperti Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomatiskan tugas-tugas manual, berulang, dan berbasis aturan.12

Dengan mengotomatiskan proses seperti entri data, pembuatan laporan, atau pemrosesan faktur, mereka membebaskan waktu karyawan manusia untuk fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pemikiran kritis, dan interaksi interpersonal—pekerjaan yang bernilai lebih tinggi.14 Peran ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya operasional.

10. Spesialis Internet of Things (IoT)

Kita sedang bergerak menuju dunia di mana miliaran perangkat—mulai dari peralatan rumah tangga, mobil, hingga mesin pabrik—terhubung ke internet dan saling berkomunikasi. Spesialis IoT adalah arsitek di balik ekosistem yang saling terhubung ini.12

Mereka bekerja dengan teknologi sensor, jaringan nirkabel, embedded systems, dan platform cloud untuk merancang, mengembangkan, dan mengelola solusi IoT. Dari kota pintar (smart cities) hingga pabrik pintar (smart factories), keahlian mereka menjadi kunci untuk membuka gelombang inovasi berikutnya.14

Bukan Hanya Hard Skill: Ini Kemampuan Wajib untuk Semua Profesi Paling Dibutuhkan 2025

Memiliki keahlian teknis di salah satu dari 10 profesi di atas memang penting, namun itu hanya setengah dari cerita. Laporan WEF dan berbagai riset lainnya secara konsisten menekankan bahwa hard skill memiliki masa pakai yang semakin pendek karena teknologi terus berkembang.28 Sebaliknya, “human skill” atau kemampuan lintas fungsi adalah fondasi yang memberikan daya tahan karier jangka panjang.10

Kesuksesan di masa depan tidak ditentukan oleh penguasaan satu jenis keahlian saja, melainkan oleh kemampuan membangun sebuah “Skill Stack”—kombinasi sinergis antara keahlian teknis yang mendalam dengan fondasi human skill yang kokoh. Seorang Spesialis AI yang juga seorang pemecah masalah yang kreatif dan komunikator yang empatik akan jauh lebih berharga daripada seorang teknisi AI yang brilian namun tidak dapat bekerja dalam tim. Berikut adalah kemampuan wajib yang menjadi inti dari skill stack tersebut.

Keterampilan Kognitif (Cognitive Skills)

Ini adalah kemampuan yang berhubungan dengan cara kita berpikir, memproses informasi, dan menghasilkan ide.

  • Berpikir Analitis (Analytical Thinking): Ditempatkan sebagai skill nomor satu oleh WEF, ini adalah kemampuan untuk mengurai informasi kompleks, mengidentifikasi pola, dan membuat keputusan berbasis data. Ini adalah inti dari hampir semua profesi yang paling dibutuhkan.28
  • Berpikir Kreatif (Creative Thinking): Saat tugas-tugas rutin diotomatisasi, nilai dari kreativitas, orisinalitas, dan inisiatif manusia meroket. Kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan solusi out-of-the-box menjadi pembeda utama.1
  • Pemecahan Masalah Kompleks (Complex Problem-Solving): Ini adalah kemampuan untuk menavigasi masalah dunia nyata yang tidak terstruktur, ambigu, dan tidak memiliki jawaban pasti di buku teks. Ini menuntut sintesis informasi dari berbagai sumber untuk merumuskan solusi yang efektif.30

Manajemen Diri (Self-Management)

Ini adalah kemampuan yang mengatur bagaimana kita beradaptasi dan berkembang di tengah perubahan.

  • Pembelajaran Aktif & Kelincahan Belajar (Active Learning & Learning Agility): Kemampuan untuk “belajar, melupakan yang usang, dan belajar kembali” (unlearn and relearn) secara cepat adalah meta-skill terpenting di masa depan.30 Ini adalah komitmen untuk menjadi pembelajar seumur hidup.
  • Ketahanan, Fleksibilitas, dan Toleransi Stres (Resilience, Flexibility, and Stress Tolerance): Dunia kerja modern penuh dengan disrupsi dan ketidakpastian. Kemampuan untuk bangkit dari kegagalan, beradaptasi dengan perubahan, dan tetap tenang di bawah tekanan adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental dan performa kerja.1

Bekerja dengan Orang Lain (Working with People)

Di dunia yang semakin terhubung, kemampuan berkolaborasi menjadi semakin vital.

  • Kepemimpinan & Pengaruh Sosial (Leadership & Social Influence): Ini bukan hanya tentang jabatan manajerial. Ini adalah kemampuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan membimbing orang lain untuk mencapai tujuan bersama, bahkan tanpa otoritas formal.28
  • Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence): Di tengah mediasi teknologi, kemampuan untuk terhubung secara tulus, memahami emosi orang lain, berempati, dan menavigasi dinamika sosial menjadi keahlian premium. Ini adalah fondasi dari kolaborasi dan kepemimpinan yang efektif.29

Bagaimana Tren Global Ini Diterjemahkan di Indonesia?

Meskipun tren global dari WEF memberikan arah yang jelas, penting untuk memahaminya dalam konteks pasar kerja Indonesia yang unik. Data lokal dari LinkedIn dan Kemenaker memberikan gambaran yang lebih bernuansa, yang pada awalnya mungkin terlihat kontradiktif namun sebenarnya menunjukkan realitas ekonomi Indonesia yang berjalan di dua jalur.

Jalur Pertama: Ekonomi Digital yang Melesat

Data global sangat relevan untuk Indonesia. Sebagai negara dengan ekonomi internet terbesar dan tercepat di Asia Tenggara, permintaan akan talenta digital sangatlah masif.32 Kehadiran unicorns seperti Gojek (GoTo), Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak telah menciptakan ekosistem yang haus akan talenta di bidang Software Engineering, Data Science, dan AI.11

Hal ini diperkuat oleh laporan “Grad Guide 2025” dari LinkedIn, yang menemukan bahwa Artificial Intelligence Engineer adalah salah satu profesi dengan pertumbuhan tercepat untuk lulusan baru di Indonesia.33 Laporan yang sama juga mengonfirmasi relevansi tren transisi hijau, dengan Environmental Health Safety Specialist masuk dalam daftar teratas. Fakta bahwa pencari kerja dengan green skills 54.6% lebih mungkin direkrut adalah bukti nyata bahwa tren global ini sudah mendarat kuat di Indonesia.33

Jalur Kedua: Ekonomi Tradisional yang Tetap Menjadi Fondasi

Di sisi lain, data dari Kemenaker memberikan “reality check” yang penting. Sepanjang tahun 2025, lowongan pekerjaan terbanyak di Indonesia bukanlah untuk Spesialis AI, melainkan untuk Sales dan Marketing (72.511 lowongan), diikuti oleh Operator Produksi (38.565 lowongan) dan Staf Administrasi (25.962 lowongan).24

Data ini tidak membantah tren digital, melainkan menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia memiliki dua mesin penggerak yang berjalan secara paralel. Ada lapisan ekonomi digital yang tumbuh sangat cepat di atas fondasi ekonomi perdagangan, manufaktur, dan jasa yang sangat besar.

Peluang terbesar bagi para profesional di Indonesia terletak pada persimpangan kedua jalur ini. Profesional yang paling dicari bukanlah sekadar seorang Data Scientist murni, tetapi mungkin seorang Manajer Pemasaran yang mampu menggunakan analisis data untuk mengoptimalkan strategi penjualan. Atau seorang Staf Administrasi yang menguasai alat otomatisasi proses (RPA) untuk meningkatkan efisiensi kerja. Menggabungkan keahlian digital dengan kebutuhan nyata di sektor-sektor terbesar di Indonesia adalah strategi paling cerdas untuk membangun karier yang sukses dan tahan banting di masa depan.

Kesimpulan: Siapkan Diri Anda untuk Masa Depan Pekerjaan yang Penuh Peluang

Dunia kerja di tahun 2025 dan seterusnya memang penuh dengan perubahan yang didorong oleh teknologi, transisi hijau, dan dinamika ekonomi global. Namun, perubahan ini bukanlah ancaman, melainkan sebuah undangan untuk bertumbuh dan beradaptasi. Laporan dari World Economic Forum telah memberikan peta jalan yang jelas mengenai profesi paling dibutuhkan 2025 yang didominasi oleh peran di bidang data, AI, keamanan siber, dan transformasi digital.

Namun, pelajaran terpenting bukanlah tentang memilih satu jabatan “paling panas”. Kunci kesuksesan yang sesungguhnya terletak pada pembangunan “skill stack” yang tangguh—sebuah perpaduan antara keahlian teknis yang relevan dengan fondasi human skill yang tak lekang oleh waktu seperti berpikir analitis, kreativitas, dan kecerdasan emosional. Di Indonesia, peluang terbesar hadir bagi mereka yang mampu menjembatani kebutuhan ekonomi digital yang sedang melesat dengan realitas sektor-sektor tradisional yang menjadi tulang punggung negara.

Masa depan pekerjaan menuntut kita semua untuk menjadi pembelajar seumur hidup. Dengan 85% perusahaan berencana untuk memprioritaskan peningkatan keterampilan (upskilling) bagi tenaga kerja mereka, inisiatif untuk belajar harus datang dari diri sendiri.1

Perubahan ini sudah di depan mata. Mulailah hari ini dengan mengidentifikasi satu skill baru yang ingin Anda pelajari dari daftar di atas. Bagikan di kolom komentar, profesi mana yang paling menarik bagi Anda dan skill apa yang akan Anda kuasai selanjutnya!

Karya yang dikutip

  1. The Future of Jobs Report 2025 | World Economic Forum, diakses Oktober 22, 2025, https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/digest/
  2. 3. Skills outlook – The Future of Jobs Report 2025 | World Economic Forum, diakses Oktober 22, 2025, https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/in-full/3-skills-outlook/
  3. The Future of Jobs Report 2025 | World Economic Forum, diakses Oktober 22, 2025, https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/
  4. Future of Jobs Report 2025: These are the fastest growing and …, diakses Oktober 22, 2025, https://www.weforum.org/stories/2025/01/future-of-jobs-report-2025-the-fastest-growing-and-declining-jobs/
  5. The future of work is agentic – McKinsey, diakses Oktober 22, 2025, https://www.mckinsey.com/~/media/mckinsey/business%20functions/people%20and%20organizational%20performance/our%20insights/the%20future%20of%20work%20is%20agentic/the-future-of-work-is-agentic_final.pdf
  6. AI in the workplace: A report for 2025 – McKinsey, diakses Oktober 22, 2025, https://www.mckinsey.com/capabilities/mckinsey-digital/our-insights/superagency-in-the-workplace-empowering-people-to-unlock-ais-full-potential-at-work
  7. Should you study design in 2025? Hiring trends and growth forecast, diakses Oktober 22, 2025, https://timesofindia.indiatimes.com/education/careers/news/should-you-study-design-in-2025-hiring-trends-and-growth-forecast/articleshow/124474903.cms
  8. 10 career choices that still deliver the ‘American Dream’ in 2025, diakses Oktober 22, 2025, https://timesofindia.indiatimes.com/education/careers/news/10-career-choices-that-still-deliver-the-american-dream-in-2025/articleshow/124542418.cms
  9. 15 Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan Sepanjang 2025-2030, diakses Oktober 22, 2025, https://internasional.kontan.co.id/news/15-pekerjaan-yang-paling-dibutuhkan-sepanjang-2025-2030
  10. Future of Jobs Report 2025: 78 Million New Job Opportunities by 2030 but Urgent Upskilling Needed to Prepare Workforces – The World Economic Forum, diakses Oktober 22, 2025, https://www.weforum.org/press/2025/01/future-of-jobs-report-2025-78-million-new-job-opportunities-by-2030-but-urgent-upskilling-needed-to-prepare-workforces/
  11. Linkedin Emerging Jobs Report Indonesia Final | PDF | Android (Operating System) – Scribd, diakses Oktober 22, 2025, https://www.scribd.com/document/454125369/linkedin-emerging-jobs-report-indonesia-final
  12. 10 Pekerjaan Paling Dicari pada 2025 Versi World Economic Forum …, diakses Oktober 22, 2025, https://www.tempo.co/ekonomi/10-pekerjaan-paling-dicari-pada-2025-versi-world-economic-forum-333058
  13. Siap-Siap! Inilah 10 Karier Teratas 2025 Versi WEF | SHAFIQ, diakses Oktober 22, 2025, https://www.shafiq.id/berita/462/siap-siap-inilah-10-karier-teratas-2025-versi-wef/baca
  14. Tren pekerjaan baru 2025: Profesi apa yang paling dibutuhkan? – ANTARA News, diakses Oktober 22, 2025, https://www.antaranews.com/berita/4570378/tren-pekerjaan-baru-2025-profesi-apa-yang-paling-dibutuhkan
  15. Gaji Menggiurkan, Ini 10 Daftar Pekerjaan yang Banyak Dicari pada 2025 – Metro TV, diakses Oktober 22, 2025, https://www.metrotvnews.com/read/k8oCVYlr-gaji-menggiurkan-ini-10-daftar-pekerjaan-yang-banyak-dicari-pada-2025
  16. 5 Pekerjaan Paling Banyak Dicari di 2025, Lengkap dengan Keahlian Dibutuhkan, diakses Oktober 22, 2025, https://www.merdeka.com/uang/5-pekerjaan-paling-banyak-dicari-di-2025-lengkap-dengan-keahlian-dibutuhkan-276075-mvk.html
  17. What Are The Fastest-Growing Jobs Of 2025? – Forbes Advisor, diakses Oktober 22, 2025, https://www.forbes.com/advisor/education/career-resources/fastest-growing-jobs/
  18. Data Analyst Salary in Indonesia (2025) – NodeFlair, diakses Oktober 22, 2025, https://nodeflair.com/salaries/indonesia-data-analyst-salary
  19. Lowongan Kerja Data Scientist Oktober 2025 – Glints, diakses Oktober 22, 2025, https://glints.com/id/job-category/computer-software/data/data-scientist
  20. Data Scientist Salary in Indonesia (2025) – NodeFlair, diakses Oktober 22, 2025, https://nodeflair.com/salaries/indonesia-data-scientist-salary
  21. Artificial Intelligence Specialist Job Description Template – LinkedIn Business, diakses Oktober 22, 2025, https://business.linkedin.com/en-in/talent-solutions/resources/talent-acquisition/job-descriptions/artificial-intelligence-specialist
  22. AI Specialist Job Description Template – Braintrust, diakses Oktober 22, 2025, https://www.usebraintrust.com/hire/job-description/ai-specialists
  23. 20 Skill Digital Marketing Paling Dibutuhkan Tahun 2025 – dibimbing, diakses Oktober 22, 2025, https://dibimbing.id/blog/detail/skill-digital-marketing-paling-dibutuhkan-tahun
  24. Tren Kebutuhan Tenaga Kerja pada 2025: Sales dan Marketing …, diakses Oktober 22, 2025, https://www.tempo.co/ekonomi/tren-kebutuhan-tenaga-kerja-pada-2025-sales-dan-marketing-paling-dibutuhkan-2073685
  25. Information Security Analysts : Occupational Outlook Handbook – Bureau of Labor Statistics, diakses Oktober 22, 2025, https://www.bls.gov/ooh/computer-and-information-technology/information-security-analysts.htm
  26. Information Security Analyst Careers & Jobs I ComputerScience.org, diakses Oktober 22, 2025, https://www.computerscience.org/careers/information-security-analyst/
  27. Steps for becoming a cybersecurity analyst – edX, diakses Oktober 22, 2025, https://www.edx.org/become/how-to-become-a-cybersecurity-analyst
  28. Top 10 Skills of the Future according to the World Economic Forum, diakses Oktober 22, 2025, https://www.lepaya.com/blog/top-10-skills-of-the-future
  29. The Most In-Demand Skills and Jobs for 2025 – Upwork, diakses Oktober 22, 2025, https://www.upwork.com/resources/in-demand-jobs-and-skills
  30. 3 job skills every parent should be teaching their teen before AI takes over, diakses Oktober 22, 2025, https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/parenting/teen/3-job-skills-every-parent-should-be-teaching-their-teen-before-ai-takes-over/articleshow/124711646.cms
  31. 5 Skill yang Paling Dicari Perusahaan Pada 2025, Wajib Punya!, diakses Oktober 22, 2025, https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20241219170620-33-597402/5-skill-yang-paling-dicari-perusahaan-pada-2025-wajib-punya
  32. Emerging Jobs Report Indonesia – LinkedIn Business, diakses Oktober 22, 2025, https://business.linkedin.com/content/dam/me/business/en-us/talent-solutions/emerging-jobs-report/Linkedin_EJR_ID_final.pdf
  33. LinkedIn: Job Openings Shrink in Indonesia, But AI and Green …, diakses Oktober 22, 2025, https://jakartaglobe.id/tech/linkedin-job-openings-shrink-in-indonesia-but-ai-and-green-talent-in-high-demand

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *