Table Of Content
Infografis yang merangkum perubahan utama dalam Kurikulum Merdeka berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Kurikulum Merdeka Diperbarui! Inilah Poin-Poin Penting Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang Wajib Diketahui

oleh | Okt 16, 2025 | Pendidikan | 0 Komentar

Di tengah deru perubahan teknologi dan fajar era “Society 5.0”, dunia pendidikan dituntut untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah mengambil langkah strategis dengan menerbitkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Peraturan ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan sebuah respons fundamental untuk mempersiapkan generasi masa depan menghadapi dunia yang didominasi oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence – AI) dan sistem digital.

Artikel ini akan mengupas tuntas regulasi terbaru tersebut. Apa saja perubahan mendasar dalam Kurikulum Merdeka? Mengapa Coding dan AI menjadi fokus utama saat ini? Dan yang terpenting, apa implikasi praktisnya bagi sekolah, guru, siswa, dan orang tua di seluruh Indonesia? Kebijakan ini menandai evolusi paling signifikan dari Kurikulum Merdeka hingga saat ini, dengan ambisi menanamkan keterampilan masa depan ke dalam DNA pendidikan nasional. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan kita bersama untuk mengatasi tantangan substansial dalam kompetensi guru dan pemerataan infrastruktur.

Latar Belakang: Mengapa Kurikulum Merdeka Perlu Diperbarui?

Untuk memahami urgensi pembaruan ini, kita perlu melihat kembali filosofi dasar Kurikulum Merdeka dan konteks global yang melatarbelakanginya. Perubahan ini bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan kelanjutan logis dari sebuah visi besar.

Memahami Filosofi Kurikulum Merdeka: Fleksibilitas dan Fokus pada Kompetensi Esensial

Kurikulum Merdeka pada dasarnya dirancang untuk mengatasi masalah-masalah kronis dalam sistem pendidikan sebelumnya, seperti kurikulum yang terlalu padat dan kurang fleksibel. Filosofi utamanya adalah menyederhanakan materi agar guru dan siswa dapat fokus pada pembelajaran yang lebih mendalam dan esensial.1

Prinsip ini memberikan otonomi atau kemerdekaan kepada satuan pendidikan dan guru untuk merancang proses serta materi pembelajaran yang relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa.2 Salah satu ciri khasnya adalah penekanan kuat pada pembelajaran berbasis proyek melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang bertujuan mengembangkan soft skills dan karakter seperti kemandirian, gotong royong, dan nalar kritis.2 Dalam kerangka inilah, penambahan Coding dan AI dapat dipahami bukan sebagai beban baru, melainkan sebagai perluasan dari prinsip fleksibilitas—memberikan siswa jalur pembelajaran yang relevan dengan masa depan.

Menjawab Tuntutan Era Society 5.0 dan Transformasi Digital Global

Pembaruan kurikulum ini adalah jawaban langsung terhadap tuntutan zaman. Kita hidup di era Society 5.0, di mana teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika secara fundamental mengubah cara kita hidup dan bekerja.6 Kurikulum pendidikan harus mampu beradaptasi agar lulusan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator yang mampu bersaing di panggung global.7

Jika peluncuran awal Kurikulum Merdeka merupakan respons reaktif terhadap “krisis pembelajaran” yang diperparah oleh pandemi 9, maka pembaruan melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 menandai sebuah poros strategis yang bersifat proaktif. Fokusnya tidak lagi sekadar memperbaiki masalah masa lalu, tetapi mengantisipasi kebutuhan masa depan. Kebijakan ini mentransformasi kurikulum dari alat reformasi pendidikan domestik menjadi instrumen strategi ekonomi dan teknologi nasional untuk “menghadapi tantangan zaman” 7 dan memenuhi kebutuhan “industri masa depan”.8

Mengupas Tuntas Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025

Regulasi baru ini membawa beberapa perubahan kunci yang perlu dipahami secara saksama oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Status Hukum: Perubahan Atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024

Penting untuk dicatat bahwa Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 bukanlah peraturan yang berdiri sendiri dari nol. Secara hukum, regulasi ini merupakan perubahan (amendemen) atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024, yang sebelumnya telah menetapkan kerangka dasar dan struktur Kurikulum Merdeka secara komprehensif.10

Konteks hukum ini sangat vital untuk dipahami. Ini menunjukkan bahwa pemerintah melakukan evolusi, bukan revolusi kurikulum. Kerangka dasar Kurikulum Merdeka tetap sama, namun disesuaikan untuk mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.12

Poin Kunci 1: Pengenalan Coding dan AI sebagai Mata Pelajaran Pilihan

Perubahan paling signifikan dalam peraturan ini adalah pengenalan Coding dan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai mata pelajaran (mapel) pilihan. Implementasinya akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026, yang akan diterapkan secara bertahap mulai dari jenjang sekolah dasar (khususnya disebut untuk kelas 5 SD) hingga sekolah menengah pertama.7

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global.15 Langkah ini dipandang sebagai sebuah terobosan progresif untuk menanamkan literasi digital sejak usia dini.

Poin Kunci 2: Penyesuaian Struktur Kurikulum di Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah

Masuknya mata pelajaran baru secara otomatis menuntut adanya penyesuaian dalam struktur kurikulum yang ada. Sesuai dengan semangat otonomi Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan diberikan fleksibilitas dalam mengorganisasikan mata pelajaran baru ini.3

Di jenjang SMA (Fase F: Kelas XI dan XII), di mana siswa sudah terbiasa memilih kelompok mata pelajaran sesuai minat, Coding dan AI dapat diintegrasikan ke dalam kelompok yang sudah ada (misalnya, Informatika dalam kelompok MIPA) atau bahkan membentuk kelompok pilihan baru bertema Teknologi Digital.1 Fleksibilitas ini memungkinkan sekolah untuk menyesuaikan penawaran mata pelajaran dengan sumber daya yang dimiliki.

Kelompok Mata Pelajaran (Sebelum Penyesuaian)Contoh Mata PelajaranKelompok Mata Pelajaran (Setelah Penyesuaian – Ilustrasi)Contoh Mata Pelajaran Baru/Tambahan
Kelompok MIPAMatematika, Fisika, Kimia, Biologi, InformatikaKelompok MIPATidak ada perubahan signifikan
Kelompok IPSEkonomi, Sosiologi, Geografi, AntropologiKelompok IPSTidak ada perubahan signifikan
Kelompok Bahasa dan BudayaBahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris Tingkat LanjutKelompok Bahasa dan BudayaTidak ada perubahan signifikan
Kelompok Vokasi dan PrakaryaPrakarya dan KewirausahaanKelompok Vokasi dan PrakaryaTidak ada perubahan signifikan
Tidak Ada–Kelompok Baru/Integrasi: Teknologi Digital (Contoh)Coding, Dasar-Dasar AI

Tabel 1: Ilustrasi Penyesuaian Kelompok Mata Pelajaran Pilihan SMA (Fase F) dalam Kurikulum Merdeka Berdasarkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025

Fokus Utama: Coding dan AI Masuk Sekolah, Apa Tujuannya?

Di balik perubahan struktur, terdapat tujuan strategis yang lebih dalam terkait pengenalan Coding dan AI di sekolah.

Visi Pemerintah: Menyiapkan Generasi Emas yang Kompetitif Secara Global

Secara eksplisit, pemerintah menargetkan penyiapan sumber daya manusia yang unggul. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguasaan teknologi seperti Coding dan AI adalah kunci untuk “menghadapi tantangan zaman”.7 Kebijakan ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak talenta digital yang akan menopang visi Indonesia Maju dan memastikan relevansi tenaga kerja Indonesia di pasar global.2

Manfaat Kognitif: Mengasah Logika, Penalaran Kritis, dan Kreativitas Sejak Dini

Manfaat pengenalan Coding dan AI jauh melampaui tujuan ekonomi. Dari sisi pedagogis, pembelajaran ini memiliki dampak besar pada perkembangan kognitif siswa.

  • Coding bukan sekadar tentang menulis baris-baris kode, melainkan sebuah latihan untuk berpikir logis secara sistematis, memecahkan masalah kompleks, dan memahami hubungan sebab-akibat.7
  • Pembelajaran AI dapat memantik rasa ingin tahu siswa tentang cara kerja teknologi di sekitar mereka, mendorong mereka untuk berinovasi dan berkreasi.7

Menteri Mu’ti bahkan meyakini bahwa penguasaan teknologi ini justru akan mendukung, bukan mengorbankan, penguatan kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.7 Lebih jauh, pengenalan Coding dan AI dapat berfungsi sebagai katalisator untuk mewujudkan potensi penuh dari filosofi Kurikulum Merdeka. Sifat kedua mata pelajaran ini yang tidak mungkin diajarkan melalui metode hafalan akan “memaksa” guru dan sekolah untuk sepenuhnya mengadopsi metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, berbasis proyek, dan kolaboratif—sebuah ruh yang selama ini menjadi cita-cita Kurikulum Merdeka.5

Analisis Dampak: Peluang dan Tantangan Implementasi Kebijakan Baru

Setiap kebijakan besar pasti membawa peluang sekaligus tantangan. Keberhasilan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 akan sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola keduanya.

Peluang Emas: Mendorong Inovasi dan Kolaborasi dalam Pembelajaran

Kebijakan ini membuka pintu lebar bagi inovasi di ruang kelas. Guru didorong untuk menjadi lebih kreatif dan kolaboratif dalam merancang pembelajaran.4 Selain itu, ini adalah momentum bagi sekolah untuk menjalin kemitraan strategis dengan dunia industri, universitas, dan para praktisi teknologi, sehingga memperkaya ekosistem belajar siswa.17 Dengan fleksibilitas yang ada, guru dapat mengarahkan siswa untuk menciptakan proyek-proyek teknologi yang menjawab permasalahan nyata di komunitas lokal mereka.5

Tantangan Kesiapan Guru: Urgensi Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Digital

Tantangan terbesar dan paling mendesak adalah kesiapan guru.7 Dengan jumlah guru di Indonesia mencapai lebih dari 3.3 juta orang 18, banyak di antara mereka, terutama di jenjang pendidikan dasar, yang belum memiliki latar belakang teknologi yang kuat. Data indeks literasi digital nasional yang pada tahun 2021 masih berada di level 3.49 dari skala 5 menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi yang signifikan.19 Oleh karena itu, program pelatihan guru yang masif, terstruktur, dan berkualitas tinggi menjadi prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Tantangan Infrastruktur: Menjembatani Kesenjangan Digital Antar Daerah

Isu pemerataan menjadi pertaruhan utama kebijakan ini. Implementasi pembelajaran Coding dan AI sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur teknologi. Kenyataannya, kesenjangan digital di Indonesia masih sangat lebar. Laporan dari Kominfo menyebutkan bahwa lebih dari 12.000 sekolah di Indonesia belum memiliki akses internet yang stabil.20

Kondisi ini diperparah di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), di mana tantangan implementasi Kurikulum Merdeka saja sudah sangat besar akibat keterbatasan infrastruktur, listrik, hingga kekurangan guru berkualitas.21 Tanpa intervensi kebijakan yang afirmatif dan investasi besar-besaran pada infrastruktur di daerah-daerah tertinggal, kebijakan ini berisiko memperlebar jurang ketimpangan pendidikan. Siswa di perkotaan akan melesat dengan keterampilan digital, sementara siswa di daerah 3T semakin tertinggal, menciptakan “eksklusivitas pembelajaran” yang justru kontraproduktif dengan tujuan keadilan sosial.15

Suara Para Ahli: Pro dan Kontra Seputar Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025

Seperti halnya kebijakan transformatif lainnya, peraturan ini menuai beragam tanggapan dari para ahli dan akademisi.

Perspektif Pemerintah: Optimisme Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti

Pemerintah menunjukkan optimisme yang tinggi. Menteri Abdul Mu’ti, seraya mengakui adanya pro dan kontra, meyakini bahwa penguasaan teknologi akan menjadi fondasi pendukung bagi kompetensi literasi dan numerasi.7 Beliau juga menekankan keterbukaan pemerintah untuk menerima masukan demi memastikan implementasi yang merata dan efektif di seluruh Indonesia.7

Catatan Kritis dari Akademisi: Pentingnya Penguatan Literasi Digital Fundamental

Sebagai penyeimbang, suara kritis datang dari kalangan akademisi. Iradat Wirid, seorang peneliti transformasi digital dari Center for Digital Society (CfDS) UGM, mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru. Menurutnya, sebelum mengajarkan aplikasi AI canggih, siswa perlu dibekali fondasi yang kuat terlebih dahulu, yang mencakup tiga pilar utama: etika, literasi digital, dan pendekatan yang berpusat pada kemanusiaan.11

Ia memperingatkan bahaya “melahirkan generasi yang instan” jika pengajaran hanya berfokus pada cara menggunakan aplikasi tanpa pemahaman mendalam tentang logika, dampak, dan batasannya. Pesan utamanya adalah penguatan literasi digital fundamental harus menjadi prioritas utama.

Apa yang Harus Disiapkan Sekolah, Guru, dan Orang Tua?

Agar transisi ini berjalan mulus, diperlukan persiapan matang dari semua pihak.

Langkah Adaptasi bagi Satuan Pendidikan

  • Audit Internal: Sekolah perlu segera memetakan kesiapan infrastruktur (komputer, internet) dan kompetensi digital para gurunya.
  • Perencanaan Bertahap: Mengembangkan rencana implementasi yang realistis, mungkin dimulai dengan proyek percontohan atau integrasi bertahap.
  • Manfaatkan Otonomi: Menggunakan fleksibilitas Kurikulum Merdeka untuk merancang kurikulum operasional yang mengintegrasikan Coding dan AI secara kreatif, sesuai dengan visi dan misi sekolah.24
  • Jalin Kemitraan: Proaktif mencari kolaborasi dengan perguruan tinggi, perusahaan teknologi, atau komunitas lokal untuk mendapatkan dukungan ahli dan sumber belajar.17

Peran Strategis Guru sebagai Fasilitator Pembelajaran Abad 21

Peran guru akan bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran.9 Guru perlu:

  • Terbuka untuk belajar hal baru dan aktif mengikuti program pengembangan profesional.
  • Mengadopsi metode pembelajaran berbasis proyek dan penyelidikan (inquiry-based learning).
  • Melakukan refleksi berkelanjutan untuk menyesuaikan strategi mengajar dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman siswa.5

Keterlibatan Orang Tua dalam Mendukung Ekosistem Pembelajaran Digital

Kolaborasi erat antara sekolah dan rumah menjadi kunci.4 Orang tua dapat berperan dengan:

  • Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah.
  • Membangun dialog dengan anak mengenai etika digital dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
  • Berpartisipasi aktif dalam program-program sekolah dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk mendukung proses pembelajaran.24

Kesimpulan: Arah Baru Pendidikan Indonesia di Era Kecerdasan Buatan

Penerbitan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 adalah sebuah pernyataan sikap yang tegas dan berani dari pemerintah. Ini adalah kebijakan berwawasan ke depan yang dirancang untuk membekali siswa Indonesia dengan keterampilan yang tak terelakkan di abad ke-21, menandai sebuah poros strategis dalam arah kebijakan pendidikan nasional.

Potensi manfaatnya sangat besar: peningkatan kemampuan kognitif, daya saing global, dan modernisasi pedagogi secara masif. Namun, risiko yang mengintai juga sama besarnya. Kesenjangan digital yang curam dan tantangan kesiapan guru adalah dua jurang yang harus diseberangi dengan hati-hati. Tanpa komitmen kuat pada pemerataan infrastruktur dan investasi serius pada pengembangan kompetensi guru, kebijakan visioner ini bisa menjadi bumerang yang justru memperdalam ketidakadilan.

Pada akhirnya, keberhasilan reformasi ambisius ini tidak terletak di tangan kementerian semata, melainkan pada upaya kolaboratif seluruh ekosistem pendidikan.

Kebijakan ini adalah langkah awal. Bagaimana menurut Anda implementasi ideal Coding dan AI di sekolah-sekolah Indonesia? Bagikan pandangan dan gagasan Anda di kolom komentar di bawah!

Karya yang dikutip

  1. Kurikulum Merdeka di SMA: Kenali Karakteristik dan Strukturnya – AdminSekolah, diakses Oktober 16, 2025, https://adminsekolah.net/kurikulum-merdeka-di-sma-kenali-karakteristik-dan-strukturnya/
  2. Apa Itu Kurikulum Merdeka? Mengenal Kurikulum Terbaru dari Kemendikbud – Bentara Campus, diakses Oktober 16, 2025, https://bentaracampus.ac.id/apa-itu-kurikulum-merdeka-mengenal-kurikulum-terbaru-dari-kemendikbud/
  3. Mengenal Struktur Kurikulum Merdeka yang Guru Harus Tahu – Acer Indonesia, diakses Oktober 16, 2025, https://www.acerid.com/pendidikan/struktur-kurikulum-merdeka-yang-guru-harus-tahu
  4. Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka Menegaskan Pentingnya Implementasi Nasional, diakses Oktober 16, 2025, https://gtkdikmendiksus.kemendikdasmen.go.id/praktik-baik-implementasi-kurikulum-merdeka-menegaskan-pentingnya-implementasi-nasional/
  5. Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah – AdminSekolah, diakses Oktober 16, 2025, https://adminsekolah.net/implementasi-kurikulum-merdeka-di-sekolah/
  6. Implementasi Kurikulum Merdeka di Era Society 5.0 – PPG Kemendikbud, diakses Oktober 16, 2025, https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/implementasi-kurikulum-merdeka-di-era-society-5-0
  7. Saat Coding dan AI Menjadi Bagian Pembelajaran SD Apa …, diakses Oktober 16, 2025, https://fst.umsida.ac.id/coding-dan-ai-jadi-bagian-pembelajaran-sd/
  8. Integrasi Coding dan AI di Dunia Pendidikan: Langkah Indonesia Menuju Ekosistem Digital Global – Setjen – Kemendikdasmen, diakses Oktober 16, 2025, http://setjen.kemendikdasmen.go.id/app/integrasi-coding-dan-ai-di-dunia-pendidikan-langkah-indonesia-menuju-ekosistem-digital-global-
  9. IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI INDONESIA – Jurnal Untan, diakses Oktober 16, 2025, https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPSH/article/download/65142/pdf
  10. Permendikbudriset No. 12 Tahun 2024 – Peraturan BPK, diakses Oktober 16, 2025, https://peraturan.bpk.go.id/Details/281847/permendikbudriset-no-12-tahun-2024
  11. Siswa SD Bakal Diajarkan AI dan Coding, Pakar UGM Ingatkan Soal …, diakses Oktober 16, 2025, https://ugm.ac.id/id/berita/siswa-sd-bakal-diajarkan-ai-dan-coding-pakar-ugm-ingatkan-soal-penguatan-literasi-digital/
  12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024.pdf – Regulasip, diakses Oktober 16, 2025, https://www.regulasip.id/themes/default/resources/js/pdfjs/web/viewer.html?file=/eBooks/2024/April/6620841317f60/Peraturan%20Menteri%20Pendidikan,%20Kebudayaan,%20Riset,%20dan%20Teknologi%20Nomor%2012%20Tahun%202024.pdf
  13. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024..pdf – Slideshare, diakses Oktober 16, 2025, https://www.slideshare.net/slideshow/permendikbudristek-nomor-12-tahun-2024pdf/267052742
  14. AI-Coding Bakal Masuk Pelajaran SD di Indonesia, Ini Kata Pakar Pendidikan UM Surabaya, diakses Oktober 16, 2025, https://www.um-surabaya.ac.id/article/ai-coding-bakal-masuk-pelajaran-sd-di-indonesia-ini-kata-pakar-pendidikan-um-surabaya
  15. AI dan Coding Siap Diajarkan di Sekolah Terpilih, Pakar UGM: Eksklusivitas Pembelajaran itu Tidak Elok, diakses Oktober 16, 2025, https://ugm.ac.id/id/berita/ai-dan-coding-siap-diajarkan-di-sekolah-terpilih-pakar-ugm-eksklusivitas-pembelajaran-itu-tidak-elok/
  16. Struktur Kurikulum Merdeka Belajar SMA – Aku Pintar, diakses Oktober 16, 2025, https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/struktur-kurikulum-merdeka-belajar-sma
  17. Tantangan Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka – KSPSTENDIK Kemdikbud | 2024, diakses Oktober 16, 2025, https://kspstendik.dikdasmen.go.id/artikel/detail/tantangan-dalam-penerapan-kurikulum-merdeka
  18. Berita Badan Pusat Statistik (BPS) – Library Statistics – Pemerintah Kota Semarang, diakses Oktober 16, 2025, https://pustakadata.semarangkota.go.id/news/bps/215
  19. Tantangan Literasi Digital di Tahun 2024 – MyEduSolve, diakses Oktober 16, 2025, https://myedusolve.com/id/blog/tantangan-literasi-digital-di-tahun-2024
  20. Mimpi Anak Indonesia Terganjal Kesenjangan Digital? Bukan Sekadar Akses Internet, Literasi Digital dan Teknologi Jadi Tantangan Baru Indonesia di Era 5.0 – TvOneNews, diakses Oktober 16, 2025, https://www.tvonenews.com/berita/380275-mimpi-anak-indonesia-terganjal-kesenjangan-digital-bukan-sekadar-akses-internet-literasi-digital-dan-teknologi-jadi-tantangan-baru-indonesia-di-era-50
  21. Tantangan dalam Penerapan Kurikulum Merdeka secara Serentak – Indonesiana, diakses Oktober 16, 2025, https://www.indonesiana.id/read/173339/ns
  22. Kurikulum Merdeka di Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T), diakses Oktober 16, 2025, https://radarpalu.jawapos.com/opini/2605970155/kurikulum-merdeka-di-daerah-terdepan-tertinggal-dan-terluar-3t
  23. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, ISSN Cetak : 2477-2143 ISSN Online – Journal Unpas, diakses Oktober 16, 2025, https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/download/27468/14309/109965
  24. Tahapan Implementasi Kurikulum Merdeka, diakses Oktober 16, 2025, https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/07/Tahapan-Implementasi-Kurikulum-Merdeka.pdf

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *