Bayangkan sebuah dunia di mana kabel pengisi daya menjadi artefak usang, di mana implan medis di dalam tubuh Anda berfungsi seumur hidup tanpa perlu operasi penggantian, dan di mana sensor di lokasi paling terpencil di bumi dapat beroperasi selama puluhan tahun tanpa campur tangan manusia. Visi futuristik ini mungkin lebih dekat dari yang kita duga, berkat terobosan dari sebuah perusahaan rintisan di Beijing.1
Betavolt New Energy Technology, sebuah perusahaan asal China, telah menghebohkan dunia teknologi dengan pengumuman produk perdananya, BV100. Ini adalah sebuah baterai nuklir seukuran koin yang diklaim mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 50 tahun penuh, tanpa perlu diisi ulang atau dirawat sama sekali.1 Tentu saja, penyebutan kata “nuklir” segera memunculkan pertanyaan besar dan bahkan skeptisisme. Artikel ini akan mengupas tuntas teknologi revolusioner ini untuk menjawab tiga pertanyaan paling mendesak: Bagaimana cara kerjanya? Apakah benar-benar aman untuk digunakan? Dan di mana teknologi ini berpotensi mengubah dunia kita?
Memperkenalkan Betavolt BV100: Baterai Nuklir Pertama untuk Publik?
Pengumuman Betavolt bukan sekadar demonstrasi laboratorium, melainkan sebuah produk yang diklaim telah memasuki tahap uji coba dan akan segera diproduksi massal untuk pasar.1 Ini menandai langkah penting dalam upaya membawa teknologi energi atom dari ranah militer dan luar angkasa ke aplikasi sipil dan komersial.
Spesifikasi Kunci di Balik Ukuran Miniaturnya
Untuk memahami potensi dan keterbatasan BV100, penting untuk melihat spesifikasi teknisnya. Baterai ini mengemas teknologi canggih dalam bentuk yang sangat kecil.1
- Dimensi: 15 x 15 x 5 mm kubik, lebih kecil dari sebuah koin.1
- Output Daya: 100 mikrowatt ($μW$) atau 0.0001 Watt.1
- Tegangan: 3 Volt.1
- Masa Pakai: Mampu menghasilkan listrik secara stabil selama 50 tahun.1
- Kepadatan Energi: Diklaim lebih dari 10 kali lipat baterai lithium terner, dengan kemampuan menyimpan energi total sebesar 3.300 megawatt-jam (mWh) per gram selama masa pakainya.1
- Rentang Suhu Operasional: Dapat bekerja secara normal pada suhu ekstrem, dari -60°C hingga 120°C.1
- Modularitas: Desainnya memungkinkan beberapa unit baterai untuk dirangkai secara seri (untuk meningkatkan tegangan) atau paralel (untuk meningkatkan arus), sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan daya perangkat.1
Untuk memberikan konteks yang lebih jelas, perbandingan langsung dengan baterai koin lithium yang umum digunakan, seperti CR2032, dapat menyoroti perbedaan fundamental antara kedua teknologi ini.
| Fitur | Betavolt BV100 | Baterai Lithium CR2032 |
| Masa Pakai | 50 tahun | 1-2 tahun (tergantung penggunaan) |
| Output Daya (Kontinu) | 100 mikrowatt | ~600 mikrowatt |
| Output Daya (Puncak) | 100 mikrowatt | >15.000 mikrowatt (15 mW) |
| Kepadatan Energi (Total) | Sangat Tinggi (3.300 mWh/g) | Rendah (~220 mWh/g) |
| Kepadatan Daya (Seketika) | Sangat Rendah | Sedang |
| Rentang Suhu | -60°C hingga 120°C | -20°C hingga 70°C |
| Risiko Kebakaran/Ledakan | Tidak ada | Rendah, tapi ada |
| Aplikasi Umum | Sensor IoT, implan medis | Jam tangan, remote control, motherboard |
Tabel di atas secara visual mengilustrasikan pertukaran mendasar yang ditawarkan oleh BV100. Baterai ini mengorbankan kemampuan untuk melepaskan daya besar secara instan (kepadatan daya) demi mendapatkan umur panjang dan total energi yang luar biasa (kepadatan energi). Inilah kunci untuk memahami di mana teknologi ini akan bersinar dan di mana ia belum siap untuk bersaing.
Lompatan Generasi dari Baterai Atom Era Perang Dingin
Konsep baterai atom bukanlah hal baru. Amerika Serikat dan Uni Soviet sudah mengembangkannya sejak tahun 1960-an, terutama untuk aplikasi khusus di mana penggantian baterai adalah hal yang mustahil.7 Salah satu contoh paling terkenal adalah Radioisotope Thermoelectric Generators (RTG) yang memberi daya pada wahana antariksa seperti Voyager 1 dan 2, yang telah beroperasi selama lebih dari 45 tahun di luar angkasa.13
Namun, teknologi lama ini sangat berbeda dengan yang dikembangkan Betavolt. RTG bekerja dengan mengubah panas yang dihasilkan dari peluruhan bahan radioaktif yang sangat aktif seperti Plutonium-238 menjadi listrik melalui proses termal.12 Akibatnya, RTG cenderung besar, berat, menghasilkan panas tinggi, sangat mahal, dan menggunakan bahan radioaktif yang lebih berbahaya.7 Baterai nuklir juga pernah digunakan secara terbatas pada alat pacu jantung pada tahun 1970-an, namun akhirnya digantikan oleh baterai lithium yang lebih praktis dan aman.17
Inovasi Betavolt bukanlah pada penemuan baterai atom itu sendiri, melainkan pada pergeseran paradigma yang fundamental. Mereka berhasil memindahkan teknologi ini dari skala makro, berbasis termal, dan berisiko tinggi (RTG) ke skala mikro, berbasis non-termal, dan jauh lebih aman (betavoltaik). Pergeseran ini membuka jalan bagi penggunaan energi nuklir dari yang tadinya terbatas pada proyek rahasia NASA dan era Perang Dingin, menuju dunia komersial dan sipil, terutama untuk perangkat Internet of Things (IoT).
Mengungkap Rahasia Cara Kerja Baterai Nuklir Betavolt
Untuk memahami mengapa baterai ini bisa bertahan begitu lama dan diklaim aman, kita perlu menyelami fisika di baliknya. Prosesnya melibatkan dua komponen utama: sumber energi radioaktif dan konverter semikonduktor canggih.
Sumber Energi Abadi: Peluruhan Radioaktif Nikel-63
Jantung dari baterai BV100 adalah isotop radioaktif bernama Nikel-63 ($^{63}Ni$).1 Isotop adalah versi dari sebuah elemen yang memiliki jumlah neutron yang berbeda di intinya. Sebagian isotop, seperti $^{63}Ni$, bersifat tidak stabil dan secara alami akan meluruh untuk mencapai kondisi yang lebih stabil.
Dalam proses yang disebut peluruhan beta, sebuah neutron di dalam inti atom $^{63}Ni$ berubah menjadi proton sambil melepaskan partikel berenergi tinggi yang disebut partikel beta, yang pada dasarnya adalah sebuah elektron.5 Proses ini terjadi secara spontan dan terus-menerus.
Nikel-63 memiliki waktu paruh (half-life) sekitar 100 tahun.12 Ini berarti dibutuhkan waktu 100 tahun bagi setengah dari material $^{63}Ni$ untuk meluruh. Waktu paruh yang sangat panjang inilah yang menjamin sumber energi yang sangat stabil dan dapat diprediksi selama masa pakai baterai 50 tahun. Sebagai hasil akhir dari proses peluruhan ini, $^{63}Ni$ berubah menjadi Tembaga-63 ($^{63}Cu$), yang merupakan isotop tembaga yang stabil dan sama sekali tidak radioaktif.3
Peran Krusial Semikonduktor Berlian: Panel Surya untuk Partikel Beta
Memiliki sumber energi yang tahan lama saja tidak cukup; energi tersebut harus bisa diubah menjadi listrik yang dapat digunakan. Di sinilah komponen kedua dan yang paling inovatif berperan: semikonduktor berlian.
Struktur baterai Betavolt dapat diibaratkan seperti roti lapis (sandwich): sebuah lapisan tipis $^{63}Ni$ (sumber energi) setebal 2 mikron diapit oleh dua lapisan semikonduktor berlian kristal tunggal setebal 10 mikron (konverter energi).1
Anda bisa membayangkan semikonduktor berlian ini bekerja seperti panel surya. Namun, alih-alih menangkap foton (partikel cahaya matahari), ia dirancang khusus untuk menangkap partikel beta (elektron) yang ditembakkan oleh $^{63}Ni$.12 Ketika partikel beta berenergi tinggi ini menabrak struktur kristal berlian, energinya yang besar akan “menendang” elektron-elektron di dalam material semikonduktor, menciptakan apa yang disebut “pasangan lubang-elektron” (electron-hole pairs).12 Struktur semikonduktor yang telah direkayasa secara khusus kemudian mengarahkan aliran elektron ini menjadi arus listrik yang stabil dan dapat digunakan.
Proses ini merupakan konversi energi langsung (non-termal), yang berarti energi partikel beta langsung diubah menjadi listrik tanpa melalui tahap panas terlebih dahulu. Inilah mengapa baterai ini tidak menghasilkan panas seperti RTG dan dapat dibuat dalam ukuran yang sangat kecil.20
Faktanya, terobosan sesungguhnya dan aset strategis yang dimiliki Betavolt mungkin bukanlah baterai itu sendiri, melainkan klaim penguasaan mereka atas teknologi manufaktur dan doping (proses menambahkan pengotor untuk mengubah sifat listrik) semikonduktor berlian skala besar.1 Industri semikonduktor global telah lama menghadapi tantangan besar dalam memproduksi wafer berlian berkualitas tinggi dengan biaya yang efisien.24 Jika Betavolt benar-benar telah memecahkan masalah ini, aplikasi teknologinya akan jauh melampaui baterai. Semikonduktor berlian sangat dicari untuk elektronik berdaya tinggi, perangkat frekuensi radio (RF) untuk 5G dan 6G, komputasi kuantum, serta elektronik tahan radiasi untuk luar angkasa dan pertahanan.24 Dengan demikian, baterai BV100 dapat dilihat sebagai produk pembuktian konsep yang sangat cerdas untuk memamerkan dan mengkomersialkan teknologi material inti mereka yang jauh lebih fundamental.
Analisis Keamanan: Benarkah Baterai Nuklir Ini Aman untuk Manusia?
Kekhawatiran terbesar publik terhadap apapun yang berlabel “nuklir” adalah keamanan dan radiasi. Betavolt mengklaim baterai mereka “benar-benar aman” dan tidak memiliki radiasi eksternal. Mari kita analisis klaim ini berdasarkan ilmu fisika.
Memahami Radiasi Beta dan Sistem Perlindungannya
Kunci keamanan baterai ini terletak pada jenis isotop yang digunakan. Nikel-63 adalah “pemancar beta murni” (pure beta emitter), yang berarti ia hanya melepaskan partikel beta saat meluruh.28 Baterai ini tidak memancarkan radiasi alfa yang lebih berat atau, yang lebih penting, radiasi gamma yang memiliki daya tembus sangat tinggi dan berbahaya.
Partikel beta yang dipancarkan oleh $^{63}Ni$ memiliki energi yang relatif rendah. Partikel ini sangat mudah dihentikan. Di udara, jangkauannya hanya sekitar 5.5 cm, dan dapat diblokir sepenuhnya oleh selembar aluminium tipis, atau bahkan lapisan terluar kulit manusia.22 Karena seluruh proses peluruhan dan konversi energi terjadi di dalam selubung (casing) baterai yang tertutup rapat, secara teori tidak ada radiasi yang dapat lolos keluar. Inilah dasar dari klaim Betavolt bahwa baterai ini aman untuk digunakan bahkan di dalam perangkat medis yang ditanam di tubuh manusia, seperti alat pacu jantung atau implan koklea.1
Persepsi bahaya dari kata “nuklir” seringkali tidak sebanding dengan risiko fisik sebenarnya dari teknologi spesifik ini. Model bahaya yang ada di benak publik seringkali adalah reaktor nuklir (reaksi fisi berantai, radiasi gamma), padahal fisika baterai betavoltaik sangat berbeda. Ini adalah proses peluruhan pasif, bukan reaksi berantai yang bisa lepas kendali.16 Risiko utamanya bukanlah radiasi eksternal, melainkan kontaminasi internal jika baterai hancur dan material $^{63}Ni$ tertelan.20 Dalam hal ini, profil risikonya lebih mirip dengan toksisitas kimia dari baterai lithium yang bocor daripada bencana radiologis.
Ramah Lingkungan Setelah Masa Pakai Berakhir
Salah satu keunggulan unik dari baterai ini adalah produk akhirnya. Seperti yang telah disebutkan, setelah periode peluruhan yang sangat panjang, isotop $^{63}Ni$ yang radioaktif akan berubah menjadi isotop Tembaga-63 yang stabil dan tidak radioaktif.3
Ini berarti setelah 50 atau 100 tahun, baterai tersebut pada dasarnya menjadi bongkahan kecil tembaga dan berlian yang tidak berbahaya. Hal ini secara efektif menghilangkan masalah limbah nuklir jangka panjang yang menjadi perhatian utama pada pembangkit listrik tenaga nuklir. Proses daur ulangnya pun menjadi jauh lebih sederhana dan berpotensi lebih murah dibandingkan baterai kimia modern yang mengandung logam berat beracun seperti kobalt, nikel, dan lithium.10
Dirancang untuk Kondisi Ekstrem: Anti-Ledak dan Tahan Banting
Karena tidak bergantung pada reaksi kimia untuk menghasilkan energi, baterai nuklir ini tidak mengandung komponen yang mudah menguap atau terbakar seperti elektrolit cair pada baterai lithium-ion.
Betavolt mengklaim bahwa baterai mereka tidak akan terbakar atau meledak, bahkan jika ditusuk dengan jarum atau ditembak.1 Ditambah dengan kemampuannya untuk beroperasi pada rentang suhu yang sangat lebar (-60°C hingga 120°C), baterai ini jauh lebih tangguh dan andal daripada baterai kimia, yang kinerjanya bisa menurun drastis dalam cuaca sangat dingin atau berisiko terbakar dalam panas ekstrem.1
Potensi dan Realita: Di Mana Baterai Nuklir Ini Akan Digunakan?
Dengan semua keunggulannya, apakah ini berarti kita akan segera melihat smartphone yang tidak perlu diisi daya? Jawabannya, untuk saat ini, adalah tidak. Penting untuk memahami di mana teknologi ini akan menjadi pengubah permainan dan di mana keterbatasannya masih menjadi penghalang.
Keterbatasan Utama: Mengapa Ponsel Anda Belum Menggunakannya?
Kunci untuk memahami hal ini adalah dengan membedakan dua konsep penting: kepadatan energi (energy density) dan kepadatan daya (power density).
- Kepadatan Energi adalah jumlah total energi yang dapat disimpan atau dihasilkan oleh baterai selama masa pakainya. Dalam hal ini, BV100 memiliki kepadatan energi yang sangat tinggi. Klaim “10 kali lipat baterai lithium” dan “3.300 mWh/g” merujuk pada total energi yang dihasilkannya selama 50 tahun.1
- Kepadatan Daya adalah seberapa cepat energi tersebut dapat dilepaskan pada satu waktu. Dalam metrik ini, BV100 sangat rendah. Outputnya yang hanya 100 mikrowatt tidak cukup untuk perangkat yang haus daya.
Sebagai perbandingan, sebuah smartphone modern membutuhkan daya sekitar 3 hingga 5 Watt untuk beroperasi secara normal. Ini berarti smartphone membutuhkan daya 30.000 hingga 50.000 kali lebih besar daripada yang dapat disediakan oleh satu unit baterai BV100.12 Klaim “kepadatan energi 10x” secara teknis benar jika dihitung selama 50 tahun, tetapi bisa menyesatkan untuk aplikasi konsumen yang membutuhkan daya instan. Ini adalah contoh klasik di mana metrik teknis tidak selalu sejalan dengan pengalaman pengguna, yang lebih ditentukan oleh kepadatan daya (“apakah baterai ini bisa menyalakan perangkat saya sekarang?”).
Aplikasi Ideal: Dunia Perangkat Berdaya Rendah dan Tahan Lama
Meskipun tidak cocok untuk ponsel, baterai ini adalah sebuah revolusi untuk kategori perangkat yang sama sekali berbeda, di mana umur panjang, keandalan, dan operasi tanpa perawatan jauh lebih penting daripada daya tinggi.
- Perangkat Medis Implan: Ini adalah aplikasi yang paling jelas. Alat pacu jantung, implan koklea, pompa insulin, atau biosensor di dalam tubuh bisa beroperasi seumur hidup pasien, menghilangkan kebutuhan akan operasi berisiko hanya untuk mengganti baterai.1
- Aerospace dan Militer: Sensor mikro pada satelit, komponen pesawat tanpa awak (drone) pengintai kecil, atau untuk menjaga daya pada memori enkripsi (SRAM) bahkan saat sistem utama mati adalah aplikasi yang sempurna.1
- Industrial Internet of Things (IIoT): Bayangkan sensor struktural di jembatan, monitor korosi di dalam pipa minyak bawah laut, atau stasiun cuaca di puncak gunung. Di lokasi-lokasi ini, biaya dan kesulitan untuk mengganti baterai bisa sangat mahal, membuat baterai 50 tahun menjadi solusi yang sangat ekonomis.32
- Sistem MEMS dan Robot Mikro: Perangkat-perangkat berukuran sangat kecil ini membutuhkan sumber daya yang juga kecil namun tahan lama.1
- Strategi Hibrida: Untuk perangkat yang membutuhkan daya puncak sesekali, baterai nuklir dapat bertindak sebagai “pengisi daya abadi”. Ia dapat secara terus-menerus mengisi baterai sekunder yang lebih kecil (seperti baterai lithium) atau superkapasitor. Baterai sekunder inilah yang kemudian akan menyediakan daya besar saat dibutuhkan, misalnya untuk mengirimkan data.12
Visi Masa Depan: Rencana Baterai 1 Watt dan Inovasi Isotop Lanjutan
Betavolt sangat menyadari keterbatasan daya pada BV100 dan telah memiliki peta jalan yang jelas untuk masa depan. Mereka berencana untuk meluncurkan versi baterai dengan daya 1 Watt pada tahun 2025.1 Peningkatan daya sebesar 10.000 kali lipat ini akan membuatnya relevan untuk lebih banyak perangkat konsumen berdaya rendah.
Untuk mencapai lompatan daya yang begitu besar, mereka tidak bisa hanya mengandalkan $^{63}Ni$. Ada hubungan terbalik antara waktu paruh isotop dan kepadatan dayanya; semakin cepat ia meluruh, semakin banyak energi yang dilepaskan per detik.12 Oleh karena itu, Betavolt sedang meneliti penggunaan isotop lain seperti Strontium-90, Promethium-147, dan Deuterium. Isotop-isotop ini memiliki waktu paruh yang lebih pendek (menghasilkan daya lebih tinggi) namun dengan masa pakai yang juga lebih singkat, berkisar antara 2 hingga 30 tahun.1
Ini menunjukkan bahwa BV100 adalah produk “pijakan” strategis. Tujuannya adalah untuk membuktikan kelayakan, keamanan, dan proses manufaktur dari teknologi inti semikonduktor berlian mereka di pasar khusus berdaya rendah. Ambisi komersial yang sesungguhnya terletak pada generasi baterai berikutnya yang lebih kuat dan menargetkan pasar yang jauh lebih besar.
Tantangan di Balik Produksi Massal Baterai Nuklir
Meskipun teknologinya menjanjikan, ada beberapa rintangan ekonomi dan manufaktur yang signifikan yang harus diatasi sebelum baterai ini dapat diadopsi secara luas.
Biaya Produksi Isotop Nikel-63 yang Sangat Mahal
Nikel-63 tidak ditemukan secara alami; ia harus dibuat secara artifisial di dalam reaktor nuklir.38 Prosesnya dimulai dengan memperkaya isotop Nikel-62 yang stabil, kemudian membombardirnya dengan neutron di dalam reaktor berfluks tinggi untuk mengubahnya menjadi Nikel-63.37
Proses ini sangat rumit dan mahal. Sebuah laporan dari para peneliti di Rusia memperkirakan biaya produksi $^{63}Ni$ bisa mencapai sekitar $4.000 per gram.38 Biaya bahan baku yang sangat tinggi ini saja sudah membuat harga baterai menjadi tidak terjangkau untuk sebagian besar aplikasi konsumen, membatasinya pada pasar bernilai sangat tinggi seperti militer, medis, atau luar angkasa, di mana biaya bukanlah faktor penghalang utama.40
Rintangan Manufaktur Semikonduktor Berlian
Meskipun Betavolt mengklaim telah menguasainya, industri semikonduktor secara umum masih menghadapi tantangan besar dalam memproduksi wafer berlian sintetis yang besar, bebas cacat, dan dengan biaya yang masuk akal.24
Beberapa tantangan utama meliputi:
- Pertumbuhan Lambat: Proses Chemical Vapor Deposition (CVD) untuk “menumbuhkan” kristal berlian di laboratorium sangat lambat.25
- Kesulitan Doping: Memasukkan atom pengotor seperti boron atau fosfor secara presisi ke dalam kisi kristal berlian yang sangat padat untuk mengubahnya menjadi semikonduktor tipe-p atau tipe-n adalah tugas yang sangat sulit.25
- Biaya Tinggi: Proses ini memerlukan suhu dan tekanan ekstrem serta peralatan canggih, yang membuat biaya produksinya jauh lebih tinggi daripada semikonduktor berbasis silikon.26
Kemampuan Betavolt untuk mengatasi rintangan-rintangan ini dalam skala produksi massal dan dengan biaya yang kompetitif akan menjadi ujian sesungguhnya bagi klaim revolusioner mereka.
Kesimpulan: Awal dari Revolusi Energi atau Sekadar Sains Gila?
Setelah menelaah teknologi, keamanan, potensi, dan tantangannya, jelas bahwa baterai nuklir Betavolt BV100 adalah sebuah terobosan nyata. Ini bukan fiksi ilmiah. Keberhasilannya dalam meminiaturisasi sumber energi nuklir yang aman dan tahan lama untuk penggunaan komersial adalah pencapaian rekayasa yang signifikan.
Namun, penting untuk memahami sifat dari terobosan ini. Baterai Betavolt adalah seorang pelari maraton, bukan sprinter. Ia menukar daya instan yang eksplosif dengan daya tahan yang luar biasa. Oleh karena itu, jangan berharap untuk membuang pengisi daya ponsel Anda dalam waktu dekat.
Sebaliknya, teknologi ini menandai dimulainya sebuah revolusi senyap di dunia perangkat berdaya rendah. Ia membuka pintu bagi inovasi di bidang medis, industri, dan eksplorasi yang sebelumnya tidak mungkin karena keterbatasan sumber daya. Ini bukan sekadar “sains gila,” melainkan langkah pertama yang diperhitungkan dan strategis menuju paradigma energi yang baru, di mana beberapa perangkat kita mungkin tidak akan pernah perlu diisi daya lagi.
Menurut Anda, di industri mana baterai nuklir ini akan memberikan dampak terbesar? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah!
Karya yang dikutip
- Betavolt achieves miniaturization of atomic batteries with 50-year autonomy, diakses Oktober 29, 2025, https://www.batterypowertips.com/betavolt-achieves-miniaturization-of-atomic-batteries-with-50-year-autonomy/
- Betavolt Perkenalkan Baterai Nuklir Canggih, Tahan 50 Tahun tanpa Isi Ulang, diakses Oktober 29, 2025, https://timesindonesia.co.id/tekno/483455/betavolt-perkenalkan-baterai-nuklir-canggih-tahan-50-tahun-tanpa-isi-ulang
- Nuclear battery: Chinese firm aiming for mass market production, diakses Oktober 29, 2025, https://www.world-nuclear-news.org/articles/nuclear-battery-chinese-firm-aiming-for-mass-mark
- China Bikin Baterai Nuklir Tahan 50 Tahun Cuma Seukuran Koin – CNBC Indonesia, diakses Oktober 29, 2025, https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250709094823-37-647495/china-bikin-baterai-nuklir-tahan-50-tahun-cuma-seukuran-koin
- This tiny nuclear battery can last 50 years without recharging — and it’s coming in 2025, diakses Oktober 29, 2025, https://arunbhatia2005.medium.com/this-tiny-nuclear-battery-can-last-50-years-without-recharging-and-its-coming-in-2025-6eab948dc5e5
- Tahan 50 Tahun, Simak Cara Kerja Baterai Nuklir Buatan China – CNN Indonesia, diakses Oktober 29, 2025, https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20240118144423-199-1051278/tahan-50-tahun-simak-cara-kerja-baterai-nuklir-buatan-china
- Chinese-developed nuclear battery has a 50-year lifespan …, diakses Oktober 29, 2025, https://www.tomshardware.com/pc-components/power-supplies/chinese-developed-nuclear-battery-has-a-50-year-lifespan
- A nuclear battery for your cell phone? – YouTube, diakses Oktober 29, 2025, https://www.youtube.com/watch?v=rfTCuNqe1jE
- Coin-sized nuclear 3V battery with 50-year lifespan enters mass production – Reddit, diakses Oktober 29, 2025, https://www.reddit.com/r/Futurology/comments/1js4lvg/coinsized_nuclear_3v_battery_with_50year_lifespan/
- China firm’s breakthrough in race to commercialise nuclear batteries – Best Magazine, diakses Oktober 29, 2025, https://www.bestmag.co.uk/china-firms-breakthrough-in-race-to-commercialise-nuclear-batteries/
- Revolutionary 50-Year Lifespan Nuclear Battery Unveiled by Chinese Company Betavolt BV100. – Binance, diakses Oktober 29, 2025, https://www.binance.com/en/square/post/2800492670930
- Betavoltaic Batteries – NeuroLogica Blog, diakses Oktober 29, 2025, https://theness.com/neurologicablog/betavoltaic-batteries/
- MHW-RTG – Wikipedia, diakses Oktober 29, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/MHW-RTG
- Inside the ‘Nuclear Batteries’ That Power Faraway Spacecraft | Industrial Equipment News, diakses Oktober 29, 2025, https://www.ien.com/product-development/news/22936047/inside-the-nuclear-batteries-that-power-faraway-spacecraft
- Powering Curiosity: Multi-Mission Radioisotope Thermoelectric Generators, diakses Oktober 29, 2025, https://www.energy.gov/ne/articles/powering-curiosity-multi-mission-radioisotope-thermoelectric-generators
- Radioisotope thermoelectric generator – Wikipedia, diakses Oktober 29, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Radioisotope_thermoelectric_generator
- The History of Nuclear Powered Pacemakers – Stanford University, diakses Oktober 29, 2025, http://large.stanford.edu/courses/2015/ph241/degraw2/
- Plutonium Powered Pacemaker (1974) | Museum of Radiation and Radioactivity, diakses Oktober 29, 2025, https://www.orau.org/health-physics-museum/collection/miscellaneous/pacemaker.html
- Medtronic’s Atomic Pacemaker (early 1970’s) – The World of Implantable Devices, diakses Oktober 29, 2025, https://www.implantable-device.com/2011/12/24/medtronics-atomic-pacemaker-1970/
- Betavoltaic device – Wikipedia, diakses Oktober 29, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Betavoltaic_device
- Betavoltaics Explained – City Labs, diakses Oktober 29, 2025, https://citylabs.net/betavoltaics-explained/
- No charging needed: This coin-sized nuclear battery lasts 50 years – The Indian Express, diakses Oktober 29, 2025, https://indianexpress.com/article/technology/tech-news-technology/betavolt-bv100-nuclear-energy-battery-50-years-lifespan-how-it-works-9925022/
- Atomic battery – Wikipedia, diakses Oktober 29, 2025, https://en.wikipedia.org/wiki/Atomic_battery
- Diamond: The Ultimate Material for Next-Generation Semiconductors – Orbray, diakses Oktober 29, 2025, https://orbray.com/special/en/columns/11_diamond.html
- The Challenge Of Industrialization Of Diamond Semiconductor – News, diakses Oktober 29, 2025, https://www.chinadiatools.com/news/the-challenge-of-industrialization-of-diamond-85274394.html
- Diamond-based Semiconductors Market Size, SWOT, Growth & Forecast 2033, diakses Oktober 29, 2025, https://www.datahorizzonresearch.com/diamond-based-semiconductors-market-58934
- Diamond Semiconductors: Turning Crisis into Innovation with Ultimate Deep Tech | The Government of Japan, diakses Oktober 29, 2025, https://www.japan.go.jp/kizuna/2025/02/diamond_semiconductors.html
- Investigation and Analysis of Beta Radioisotopes for Optimal Use in Betavoltaic Batteries, diakses Oktober 29, 2025, https://www.ans.org/pubs/journals/nse/article-57434/
- High power density nuclear battery prototype based on diamond Schottky diodes | Request PDF – ResearchGate, diakses Oktober 29, 2025, https://www.researchgate.net/publication/323633171_High_power_density_nuclear_battery_prototype_based_on_diamond_Schottky_diodes
- Betavolt BV100 3V nuclear battery aims to deliver 100 microwatts for …, diakses Oktober 29, 2025, https://www.cnx-software.com/2024/01/15/betavolt-bv100-3v-nuclear-battery-50-years/
- Thermonuclear Battery For 50 Years Talk Time, diakses Oktober 29, 2025, https://blog.upsbatterycenter.com/thermonuclear-battery-for-50-years-talk/
- Long Life Battery: 7 Powerful Uses for Industrial Applications, diakses Oktober 29, 2025, https://tadiranbatteries.de/long-life-battery-industrial-applications/
- Tritium, Nuclear, & Betavoltaic Battery Technology – City Labs, diakses Oktober 29, 2025, https://citylabs.net/technology-overview/
- High Power Betavoltaic Technology – NASA TechPort – Project, diakses Oktober 29, 2025, https://techport.nasa.gov/projects/17738
- Low-power, long battery life – Team SDS – Software Design Solutions, diakses Oktober 29, 2025, https://teamsds.com/low-power-long-battery-life/
- Long-life Batteries for the IIoT – Tech Briefs, diakses Oktober 29, 2025, https://www.techbriefs.com/component/content/article/37665-long-life-batteries-for-the-iiot
- Chinese-developed nuclear battery has a 50-year lifespan — Betavolt BV100 built with Nickel-63 isotope and diamond semiconductor material : r/hardware – Reddit, diakses Oktober 29, 2025, https://www.reddit.com/r/hardware/comments/196mwwz/chinesedeveloped_nuclear_battery_has_a_50year/
- Scientists from Russia’s NUST develop prototype of inexpensive nuclear battery, diakses Oktober 29, 2025, https://globalenergyprize.org/en/2020/10/19/scientists-from-russia-s-nust-develop-prototype-of-inexpensive-nuclear-battery/
- Russian scientists develop atomic battery – Nuclear Engineering International, diakses Oktober 29, 2025, https://www.neimagazine.com/news/russian-scientists-develop-atomic-battery-8182084/
- Nuclear battery produces power for 50 years without needing to charge – Hacker News, diakses Oktober 29, 2025, https://news.ycombinator.com/item?id=38989690
- A Review of Diamond Materials and Applications in Power Semiconductor Devices – PMC, diakses Oktober 29, 2025, https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11278176/


0 Komentar